Tante Temanku Lebih Cantik Dan Seksi Dari Pada Pacarku

Tante Temanku Lebih Cantik Dan Seksi Dari Pada Pacarku

Tante Temanku Lebih Cantik Dan Seksi Dari Pada Pacarku

Tante Temanku Lebih Cantik Dan Seksi Dari Pada Pacarku – Kenalin Namaku Beni, yang masih duduk di perkuliahan mempunyai teman akrab namanya Joni, dia berasal dari Sumatera dan katanya dia masih menumpang di rumah tantenya, kebetulan hobi kami sama yaitu naik gunung pecinta alam kita sering bersama kadang aku juga maen kerumahnya, karena se isi rumahnya semuanya juga senang denganku.

Tante yang rumahnya ditumpangi oleh Joni, bernama Anggun, walaupun aku sudah akrab dengan keluarganya tante tapi aku tak langsung mencurahkan isi hatiku, karena takut dengan Si om, tapi dengan berjalannya waktu, semuanya drastis berubah dimana suami Tante Anggun yang menjalankan sebuah perusahaan besar meninggal dunia.

Jadi Sekarang Tinggal tante Anggun yang mengurus semua perusahaan yang biasanya dikendalikan almarhum suaminya, Harapanku untuk memacari Tante pun sangat terbuka, walaupun saat aku berkunjung kerumahnya jarang bertemu langsung dengan Tante, karena kesibukannya Tante yang selalu mengurusi pekerjaan Almarhum Suaminya.

Tapi sebenarnya kalau mau jujur Tante Anggun memang sangat cantik dan mempesona, kulitnya sangat putih bersih, dewasa dan tenang pembawaannya. Bisa memiliki tante Anggun adalah sebuah kebanggaan, keibuan dan penuh perhatian, sangat baik tentunya. Sekarang, di rumah yang cukup mewah itu hanya ada Tante Anggun dan seorang pembantu. Joni sudah tidak di situ. Akhirnya saya di suruh tante Anggun untuk membantu sebagai karyawan tidak tetap mengelola perusahaannya. Untungnya saya memiliki kemampuan di bidang komputer dan manajemennya, yang saya tekuni dari waktu masih di SMA.

Setelah mengetahui manajemen perusahaan Tante Anggun, lalu saya menawari program akuntansi dan keuangan dengan komputer, dan Tante Anggun setuju bahkan senang. Merencanakan kalkulasi biaya proyek yang ditangani perusahaannya, dsb.

Tante Temanku Lebih Cantik Dan Seksi Dari Pada Pacarku

Saya menyukai pekerjaan ini. Yang jelas bisa menambah uang saku saya, bisa untuk membantu kuliah, yang saat itu baru semester dua. Tante Anggun memberi honor lebih dari cukup menurut ukuran saya. Pegawai Tante Anggun ada tiga cewek di kantor, tambah saya, belum termasuk di lapangan.

Saya sering bekerja setelah kuliah, sore hingga malam hari, datang menjelang pegawai yang lain pulang. Itupun kalau ada proyek yang harus dikerjakan. Part time begitu. Bagi saya ini hanya kerja sambilan tapi bisa menambah pengalaman. Karena hubungan kerja antara majikan dan pegawai, hubungan saya dengan Tante Anggun semakin akrab. Semula sih biasa saja, lambat-laun seperti sahabat, curhat, dan sebagainya.

Aku sering dinasehati, bahkan saking akrabnya, bercanda, saya sering pegang tangannya, mencium tangan, tentu saja tanpa diketahui rekan kerja yang lain. Dan rupanya dia juga senang dengan hal itu. Tapi aku tetap menjaga kesopanan. Pengalaman ini yang mendebarkan jantungku, betapapun dan siapapun Tante Anggun dia mampu menggetarkan dadaku. Walaupun sudah cukup umur wanita ini tetap jelita. Saya kira siapapun orangnya pasti mengatakan orang ini cantik bahkan cantik sekali.

Dasar pandai merawat tubuh, karena ada dana untuk itu, rajin fitnees, di rumah disediakan peralatannya. Kalau sedang fitnees memakai pakaian fitnees ketat sangat sedap dipandang. Ini sudah saya ketahui sejak saya SMA dulu, tapi karena saya kepingin adalah teman Joni, hal itu saya kesampingkan. Data-data pribadi tante Anggun saya tahu betul karena sering mengerjakan biodata berkaitan dengan proyek-proyeknya. Tingginya 164 cm, usianya saat kisah ini terjadi 38 tahun, lima bulan dan berat badannya 54 kg. Cukup ideal.

Pada suatu hari saya lembur, karena ada pekerjaan proyek dan paginya harus didaftarkan untuk diikutkan tender. Pukul 22.00 pekerjaan belum selesai, tapi aku agak terhibur karena tante Anggun mau menemaniku, sambil mengecek pekerjaanku. Dia cukup teliti. Kalau kerja lembur begini ia malah sering bercanda. Bahkan kalau minumanku habis dia tidak segan-segan yang menuang kembali, aku malah menjadi kikuk. Dia tak sungkan pegang tanganku, mencubit, namun aku tak berani membalas.

Apalagi bila sedang mencubit dadaku aku sama sekali tidak akan membalas. Dan yang cukup surprise tanpa ragu memijit-pijit bahuku dari belakang.

“Capek ya..? Saya pijit, nih”, katanya.

Aku hanya tersenyum, dalam hati senang juga, dipijit janda cantik. Apalagi yang kurasakan dadanya, pasti teteknya menyenggol kepalaku bagian belakang, saya rasakan nyaman juga. Lama-lama pipiku sengaja saya pepetkan dengan tangannya yang mulus, dia diam saja.

Dia membalas membelai-belai daguku, yang tanpa rambut itu. Aku menjadi cukup senang. Hampir pukul 23.00 baru selesai semua pekerjaan, saya membersihkan kantor dan masih dibantu bu Ita. Wah wanita ini betul-betul seorang pekerja keras, gumanku dalam hati.

Tante Temanku Lebih Cantik Dan Seksi Dari Pada Pacarku

AGEN POKER ONLINE | AGEN TERPERCAYA| DOMINOQQ JUDI BOLA ONLINE

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*